Berbagi Bersinergi - PT Tridaya Sinergi Indonesia

BERITA

PT TRIDAYA SINERGI INDONESIA


MEMBANGUN ASET DIGITAL (1)

 

 

Mitra TSI yang kami banggakan, kita sudah memasuki era digital, sejak begitu maraknya budaya menggunakan smartphone, dimana semakin banyak membantu aktifitas kita dalam keseharian, mengingatkan waktu solat, membantu mengantar dari satu tempat ke tempat lain, pemesanan makanan, pemesanan tiket perjalanan, pemesanan hotel, hingga transaksi jual beli , transfer semua dilakukan dalam genggaman. Betul ?

 

Pun demikian, kita mengenal profil perusahaan, profil personal bukan hanya dari gedung , rumah dan kendaraan yang dipakai, tapi bagaimana perusahaan maupun personal itu mudah dicari di jagat maya, internet , google.
Bagaimana dengan anda ? apa pentingnya kita dikenal di jagat internet ? . sebelum menjawab itu semua, analogi sederhana adalah , apa kendaraan kita saat ini? Kuda? Tentu sangat jarang sekali kita melihat orang beraktifitas menggunakan kuda saat ini, bahkan sepeda gowes pun sangat langka. Tapi minimalnya sepeda motor atau mobil, betul ? nah itulah namanya menyesuaikan jaman, beradaptasi dengan jaman.
Maka, apa yang perlu kita lakukan ? bangunlah asset digital kita. Bahkan perusahaan terus berupaya membangun asset digitalnya, kini selain portal website, perusahaan TSI juga sudah memiliki applikasi untuk android, sudah install ? silahkan install bagi yang belum pada Google Play.

 

Kini, ketika kita berkenalan dengan seseorang , selain nama yang paling berpotensi bertukar informasi adalah no hp , betul ? lalu ? alamat rumah? Rasanya sudah jarang, kalopun menanyakan tinggal dimana , hanya sekedar membangun kedekatan saja, tapi coba perhatikan, kini, selalin no hp, juga kita menanyakan nama lengkap atau nama akun FB atau instagramnya. Karena disana bisa diketahui, apa saja hal – hal yang menjadi ketertarikannya selama ini, hobi apa, keluarganya seperti apa, aktifitasnya apa saja, semuaa tertampilkan di akun fb maupun instagramnya.

 

Nah, ini pengalaman saya pribadi ketika berkenalan dengan seorang pedagang ikan hias yang jual ikan langka dan mahal, lalu saya kenal namanya, lalu saya tanyakan untuk bertukar no wa, hingga dia bisa kirim2 koleksi ikan hias terbaru (sangat praktis, dibanding datang ke workshopnya), lalu saya tanyakan dan bertukar akun fb, akun instagram, kita saling tambahkan pertemanan di jagad maya. Apa yang terjadi selanjutnya? Saya lalu melihat – lihat Instagramnya , dan benar saja, ia adalah pebisnis handal di bidang ikan hias, berbagai penghargaan ia raih, saya lihat foto fotonya, saya lihat event nasional dan international yang ia ikuti, ia juga kenal dengan beberapa pejabat dan artis terkenal, ia juga sering melancong keluar negeri bersama kolega bisnis dan keluarganya, ia juga sering melakukan kegiatan social bersama para karyawannya. Bayangkan, dalam waktu sekejap saja saya sudah mendapatkan banyak informasi dan lebih meyakinkan saya untuk bertransaksi membeli ikan hias kepadanya, terbangun kepercayaan yang begitu kuat dari diri saya kepadanya , bahwa ia memang benar – benar seorang pebisnis ikan hias yang serius dan focus pada bisnisnya.

 

Nah, sekarang dibalik posisinya, bagaimana dengan kita ? kesan apa yang ingin kita tampilkan kepada calon konsumen, calon mitra kita ? bisa dibayangkan, ketika kita berkenalan, dan kita mengenalkan diri kita sebagai seorang (sebut saja peraih director, atau president director di TSI, yang merupakan bisnis dengan omset milyaran) lalu mereka mencari kita di jagad maya, lalu tidak mendapati nama kita di google, di facebook, di intragram. Kira – kira bagaimana ? kita tentu perlu usaha lebih besar lagi untuk meyakinkan calon mitra kita, calon konsumen kita.

 

Tapi bayangkan, jika kita sudah memiliki asset digital, dalam bentuk akun FB, akun Instagram, dan kita tata sedemikian rupa, kita posting aktifitas positif, aktifitas bersama TSI, aktifitas ketika mengikuti pelatihan, aktifitas ketika bersama keluarga menikmati rasa syukur atas rizqi yang berlimpah, kita posting juga kata kata positif, kita hindari kata – kata, postingan yang negative, ujaran kebencian, kita hindari curhat kelemahan dan kesusahan kita .

 

Kita tata akun FB dan Instagram kita dengan nama yang baik, nama yang sesuai dengan kehormatan kita ingin dipanggil siapa ( brand Nama kita ) sesuai dengan nama pada system TSI, sehingga orang memudahkan untuk yakin bahwa kita memang serius di bisnis TSI. Apa yang terjadi ? ya, orang akan lebih yakin, orang akan lebih mudah dan sangat ingin bergabung dalam group jaringan kita. Insha Allah.
Mitra TSI , bagaimana membangun Aset Digital yang mampu mendukung aktifitas bisnis kita ?

bersambung ke membangun Aset Digittal (2)