Berbagi Bersinergi - PT Tridaya Sinergi Indonesia

BERITA

PT TRIDAYA SINERGI INDONESIA


Daarul Miraj Napak Tilas Tridaya Sinergi

 

 

Daarul Mi’raj Napak Tilas Tridaya Sinergi

Adalah hari kamis, hari ketika amalan sepekan Allah angkat ke langit. Kecerahan pagi itu tergambar dari semburat sinar surya yang menembus sela pohon halaman rumah yang kemudian kami namakan rumah tinggal bagi kami yang dipersaudarakan atas suatu perniagaan dibawah asuhan orang tua kami yang akhlaknya menjadi teladan.

Suasana tawa yang kemudian menjeda dalam sunyi refleksi diri mentaubati semua salah berakhir dengan pecah membuncah tangis tak tertahankan diantara kami dalam salam dan peluk insan nan berharap menenangkan jiwa yang bergemuruh karena dosa pada sesama. Saling memaafkan dan memadu janji untuk sepandu tanpa ragu bersinergi mengawal visi dan misi.

Dua hari sebelumnya, 48 leaders yang mewakili komponen pimpinan, management, perintis, LCN, penjaga wilayah dan penggagas perbaikan Tridaya Sinergi Indonesia ( TSI ) bergegap penuh gempita dengan berkendara, berkereta hingga udara menuju guru sekaligus orang tua yang selalu dicinta, hadrotussyaikh raden Abdul Malik dan Bunda Fazat yang semoga Allah memberikan kesehatan dan keberkahan kepada keduanya dan keluarganya.

Tema kali ini adalah tentang sebuah harmonisasi pentatonis nan dinamis sebagai pengiring sebuah perjalanan yang tanpa lelah membabat membelah wilayah hingga berserah menuju Allah. Da-Mi-Na-Ti-La-Da di tafsirkan dengan apik oleh pimpinan management, bapak CEO kita, bapak Badrul Muttaqin sebagai sebuah perjalanan napak tilas laskar Tridaya Sinergi hingga dengan totalitas kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas menghantarkan seluruh komponen pada perjalanan menuju makna yang lebih tinggi go to Mi’raj, menyerahkan pada dzat yang Maha Kuasa untuk memberikan kuasa kepada TSI mencapai segala cita dan asa melalui perjalanan usaha menyebarkan manfaat produk dan bisnis TSI. Maka jadilah DaMiNaTiLaDa sebagai Daarul Mi’raj Napak Tilas Laskar TriDaya.

Menjadi menarik ketika kami, memerhatikan apa yang didemonstrasikan oleh guru kita selama tiga hari acara ini, betapa tutur yang teratur dalam balutan senyum tulus bersandang perilaku yang tenang menenangkan hadirin yang dalam tujuan kedatangannya penuh dengan gemuruh ambisi dan kegemasan, namun juga perilakunya sekaligus membangkitkan semangat dan energy baru bagi hadirin yang datang dengan segala kelelahan, seolah dia berpesan tak apalah lelah yang penting lillah. Pesan – pesannya yang disampaikan melalui keheningan dan kekuatan mendengarkan dengan segenap jiwa dan raga atas keluh dan kesah maupun kegelisahan hadirin yang tanpa terungkap dalam kata namun terasakan oleh beliau.

Betapa keteladanan yang patut digugu dan ditiru dari guru yang telah menunjukan pada kita bahwa memberi, memberi dan memberi adalah tugas kita sebagai manusia. Apa – apa yang kita terima hanyalah atas apa kehendakNya, salah satu contoh yang beliau demonstrasikan ketika dihari pertama, disebuah petang sebakda bersantap hidangan penuh selera dari seorang bunda yang cintanya tak berjeda.

Beliau bertanya kepada hadirin “apa masih kurang bonusnya ? “ pertanyaan yang menjadi refleksi bagi hadiri yang justru menunggu titah darinya untuk meningkatkan penjualan dan menuntut hak beliau atas apa yang kami lakukan yang masih jauh dari apa apa yang kami janjikan disuatu ketika saat mulut kami berhambur janji pada sang kyai bahwa omzet akan semakin melesat jika ianya memenuhi keinginan dan kebutuhan kami.

Atraksi lain darinya adalah mengajak kami untuk berdiskusi menetapkan angka pas untuk sebuah produk, betapa skill kepemimpinan yang justru tengah digandrungi oleh organisasi international dimanapun yaitu kolaborasi tanpa basa basi, bagaimana beliau merangkul seluruh komponen untuk berbagi kontribusi hingga tujuan tercapai yaitu sebuah tanggung jawab untuk dikawal bersama.

Perpisahan kami, bukanlah yang biasa, beliau beserta istrinda tercinta menghantarkan kami hingga gapura masuk pemberangkatan perjalanan udara, melepas dengan lambaian tangan, senyuman kepuasan melihat kami yang merona dan puas setelah sejam sebelumnya berkenyang dengan rawon buatan sang bunda, dan telah menhabiskan bercangkir – cangkir kopi jamu, kopi turkey, minuman landaklaut hingga bersendok sendok saus produk nan menyehatkan.

Panjang dan berkah umurmu duhai guru kami, ayahanda kami, Hadlratu Syaikh Kyai Haji Raden Abdul Malik dan bunda Fazat yang cintanya tiada jeda bagi kami. Terimakasih atas cinta nan berlimpah. Doakan kami, hingga kami kuat dan mampu menguatkan yang lemah, hebat dan mampu menghebatkan. Meninggikan yang rendah. Memuliakan yang hina. Melapangkan yang masih berkesempitan, melalui peluang usaha pemasaran produk Tridaya Sinergi. Aamiin.

 

Lihat Gallery Foto